poparts.id – Kepanikan pecah di perairan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Kepri. Dua kapal raksasa: KMI Melati dan T-B Meiden Kompas terlibat tabrakan hebat yang memicu kebakaran hingga tumpahan minyak di tengah laut.
Dentuman keras pecah di perairan Bintan pada Senin, 26 Januari 2026 lalu. Lambung kanan T-B Meiden Kompas robek setelah dihantam KM Melati Dua. Dampaknya, sekitar lima puluh kilo liter minyak jenis high speed diesel tumpah, mencemari lautan dengan cepat.
Suasana kian mencekam saat tiga orang kru terpental dan jatuh ke laut akibat benturan keras. Di atas dek, kobaran api mulai membumbung, mengancam keselamatan seluruh awak kapal.
Merespon situasi darurat ini, tim Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai atau PLP Tanjung Uban langsung mengerahkan dua unit rescue boat ke titik koordinat. Petugas berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi korban dari tengah ombak. Seluruh kru akhirnya berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup.
Tak hanya nyawa, lingkungan pun harus disesalamatkan. K-N Kalimasadha P-115 berjibaku jinakkan api dengan semprotan air dari anjungan.
Sementara K-N Sarotama dan K-N Rantos bergerak cepat membentangkan oil boom untuk mengurung tumpahan minyak agar tak meluas. Menggunakan teknologi skimmer, petugas mengisap cairan minyak dari permukaan laut hingga kembali bersih.
Namun semua ketegangan ini adalah bagian dari skenario simulasi besar-besaran digelar oleh Pangkalan PLP Tanjung Uban dalam rangka memperingati hari jadi KPLP dan HUT ke-53 Pangkalan PLP.
Menurut Plt Kepala Pangkalan PLP Tanjung Uban, Alfaizul bahwa sebanyak tiga belas kapal negara dikerahkan untuk menguji kesiapan personel. Simulasi ini menjadi bukti ketangguhan petugas dalam menjaga kedaulatan dan keamanan perairan Bintan dari berbagai ancaman bencana.
Editor: Aulia Ichsan
