poparts.id – Niat hati ingin berlibur dan berbelanja di Kota Batam, Kepri, seorang warga Singapura malah celaka. Uang puluhan juta rupiah raib dalam sekejap di tengah hiruk-pikuk Pasar Jodoh. Si tukang copet pakai modus unik: pijat kaki hingga korban tak sadar hartanya raib. Lantas bagaimana aksi residivis kambuhan ini berakhir?
Pasar Jodoh, jantung ekonomi Kota Batam yang tak pernah sepi. Di balik keriuhan transaksi, tukang copet telah mengintai target.
Kusut. Jumat 23 Januari 2026 lalu, Lim Choon Hua, turis asal Singapura yang lagi asyik berbelanja, tak menyangka kalau ramahnya sapaan di pasar ini adalah awal dari sebuah petaka. Dalam rekaman CCTV, dengan gerakan yang sangat halus, pelaku berinisial A-B alias E mendekati korban. Bukan dengan kekerasan, melainkan dengan tipu daya.
Ia berpura-pura menawarkan bantuan, memegang kaki korban dengan dalih memijat. Korban terbuai. Hitungan detik dompet berisi ribuan Dollar di saku belakang korban lenyap. Kalut. Apek Singapura ini hanya bisa terpaku saat menyadari sakunya telah kosong melompong.
Total kerugian mencapai Rp 24 juta dengan rincian 1.750 Dollar Singapura dan uang tunai Rp 3,2 juta. Bukan jumlah yang sedikit untuk sebuah perjalanan wisata yang seharusnya menyenangkan.
Namun, pelarian sang copet ini harus berakhir di sebuah kamar kos sempit di kawasan Batu Ampar. Tim Buru Sergap Polsek Lubuk Baja yang telah mengantongi identitasnya lewat rekaman CCTV, langsung mengepung.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Lubukbaja, Iptu Noval Adimas Ardianto bahwa pelaku bukan orang baru di dunia hitam. “Ia residivis kambuhan yang pernah masuk penjara pada tahun 2016. Dan kini terancam lagi hukuman di atas lima tahun penjara,” katanya.
Editor: Aulia Ichsan
