Lamar Kerja Malah Berujung Tuntutan Mati? Kisah Fandi & Kapal Misterius Sea Dragon di Meja Hijau Batam!

poparts.id – Bayangkan kalian baru kerja sepuluh hari, niatnya cari nafkah halal, eh tahu-tahu malah terseret kasus penyelundupan sabu seberat dua ton.

Itulah “plot twist” kehidupan yang dialami Fandi Ramadhan, salah satu terdakwa dalam kasus narkotika raksasa yang sidangnya kembali memanas di Pengadilan Negeri Batam, Senin 23 Februari 2026 malam.

Kuasa hukum Fandi, Bahtiar, tampil habis-habisan di sidang pledoi (pembelaan). Logikanya sederhana tapi menohok: Masa iya, karyawan magang yang baru join 10 hari sudah diajak kongkalikong bisnis haram kelas internasional?

Bahtiar menyebut kliennya hanyalah korban “salah alamat” pekerjaan. Awalnya Fandi melamar lewat agen untuk kerja di kapal kargo MV North Star, tapi realitanya malah “dibuang” ke kapal tanker Sea Dragon.

Bukannya antar minyak ke Filipina seperti janjinya, eh malah bawa 67 kardus berisi barang terlarang dari Thailand.

Tak cuma soal status kerja, tim pengacara juga nge-spill kalau BAP Fandi diduga hasil rekayasa. Mereka menyebut ada tekanan buat tanda tangan berkas yang seolah-olah bikin Fandi terlihat seperti gembong narkoba. Padahal, kenal sama nakhodanya saja baru hitungan hari sejak keberangkatan!

Kasus ini makin mencuri perhatian karena kehadiran Romo Yance, aktivis kemanusiaan sekaligus Direktur Stella Maris Batam. Dengan nada penuh empati, Romo Yance mengingatkan hakim soal Miscarriage of Justice atau salah urus keadilan.

“Di kapal itu ada hierarki. ABK biasa itu tugasnya kerja, bukan kepo sama isi muatan atau mau lewat rute mana,” tegas Romo Yance yang sudah sempat menjenguk para terdakwa di penjara. Menurutnya, menghukum orang yang tidak tahu apa-apa sama saja dengan menjerumuskan korban ke lubang yang lebih dalam.

Saat ini, Fandi dan lima orang lainnya (termasuk dua warga Thailand) sedang dihantui tuntutan hukuman mati dari Jaksa Penuntut Umum. Pihak pembela berharap majelis hakim bisa jeli melihat siapa bos besarnya (si misterius Mr. Tan) dan siapa yang cuma jadi “pion” yang tak tahu apa-apa.

Akankah Fandi dan kawan-kawan bebas dari jerat maut? Kita tunggu ketukan palu hakim selanjutnya!

Editor: Aulia Ichsan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *