poparts.id – Sepertinya ada yang salah paham antara konsep “preman” dan “kritikus kuliner.” Seorang pria pengangguran berinisial N di kawasan Lubuk Baja, Batam, harus berurusan dengan polisi setelah aksi “minta jatah” miliknya berakhir dramatis—hanya gara-gara urusan kemasan makanan!
Kejadian yang terekam CCTV ini bermula saat N mendatangi seorang pedagang kaki lima pada Rabu 25 Februari lalu. Bukannya mencari lowongan kerja, N justru mencari kue pukis gratisan.
Sabar menghadapi “pelanggan” spesial ini, sang pedagang memberikan tiga buah kue dalam kantong plastik. Tapi bukannya berterima kasih, si abang preman ini malah tersinggung berat!
Dia merasa harga dirinya jatuh kalau makan kue pukis bungkus plastik, dan memaksa pedagang membungkusnya pakai kotak kardus biar terlihat seperti pembeli VIP.
Suasana yang tadinya cuma debat soal “packaging” berubah jadi tegang saat pedagang menyarankan N untuk membayar jika ingin pelayanan ekstra. Merasa otoritasnya sebagai penguasa trotoar ditantang, N langsung mengeluarkan “kartu as”-nya: sebilah celurit tajam.
“Minta gratis tapi minta dilayani bak raja. Begitu disuruh bayar, eh malah ngajak duel pakai sajam,” ungkap salah satu warga yang geleng-geleng kepala melihat kelakuan pelaku.
Menurut Wakapolsek Lubukbaja AKP Theo bahwa dari hasil pemeriksaan mengungkap N memang pengangguran yang hobi “pajak jalanan” kepada pedagang dan tukang parkir setiap hari. Namun, karier premannya resmi berakhir setelah Tim Buser Polsek Lubuk Baja menciduknya tidak jauh dari lokasi kejadian.
Kini, N terancam menginap gratis di hotel prodeo dengan fasilitas yang pastinya tidak pakai kotak kardus. Ia dijerat pasal pemerasan dan undang-undang darurat dengan ancaman total belasan tahun penjara.
Jadi kalau mau makan enak pakai kotak, ya kerja, bukan bawa celurit!
Editor: Aulia Ichsan
