Drama “Mencari Keadilan” Jimson Silalahi: Polda Kepri Akhirnya Buka Kartu!

poparts.id – Masih ingat dengan narasi viral perjuangan Jimson Silalahi yang wara-wiri di media sosial mencari keadilan? Nah, biar nggak ada lagi “salah sambung”, Polda Kepri dan Polresta Barelang akhirnya menggelar konferensi pers di Ruang Rapat Wicaksana Laghawa, Jumat 6 Maret 2026.

Tujuannya satu: meluruskan fakta biar netizen nggak kena prank informasi yang setengah-setengah!

Ingat soal dugaan pengeroyokan tahun 2022 yang katanya ngeri itu? Ternyata ada fakta unik di baliknya. Berdasarkan pemeriksaan 11 saksi, keributan itu dipicu aksi “tepuk pantat” oleh pelapor (Jimson) kepada terlapor.

Bukannya pengeroyokan sepihak, yang terjadi adalah reaksi spontan. Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Nona Pricillia Ohei menyampaikan, hasil visum dari RS Elisabeth: Jimson dinyatakan sehat walafiat, cuma ada luka gores ringan dan bengkak di jari.

Jimson sempat melaporkan 60 orang saksi dengan tuduhan memberikan keterangan palsu. Namun, setelah diteliti secara profesional oleh penyidik, hasilnya? Zonk. Tidak ditemukan bukti materiil, sehingga pada Maret 2024, kasus ini resmi dinyatakan bukan tindak pidana.

Soal dugaan kekerasan psikis pada anak pelapor (MS), polisi sampai memanggil ahli mulai dari ahli pidana Dr. Ahmad Sofian sampai ahli psikiatri forensik.

Hasilnya? Kondisi kognitif sang anak normal-normal saja. Menariknya, ahli pidana menyebut tidak ada niat jahat (mens rea) dari terlapor. Kenapa? Karena keberadaan anak di lokasi kejadian justru atas keputusan ayahnya sendiri (Jimson). Kasus ini pun resmi ditutup per Februari 2026.

“Kami sudah jalankan semua sesuai prosedur, transparan, bahkan sudah SP2HP 5 kali dan pra-rekonstruksi bareng pelapor,” tegas Nona Pricillia Ohei.

Polisi menegaskan bahwa penghentian kasus ini adalah demi kepastian hukum. Jangan sampai ada pihak yang terus-terusan terseret tanpa bukti yang jelas.

Tapi tenang saja… Polri tetap membuka pintu. Kalau di kemudian hari Jimson punya bukti baru (novum) yang valid, silakan maju lagi. Untuk saat ini, faktanya adalah: Kurang Bukti!

Editor: Aulia Ichsan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *