Mengapa Kapal Setangguh Ini Bisa Terbalik Saat Mengawal Kyparissia?

poparts.id – Permukaan air di perairan ASL Tanjunguncang, Batam yang biasanya tenang, kini dipenuhi deru mesin berat dan instruksi lewat radio yang saling bersahutan. Fokus utama tim SAR gabungan kini bergeser: mengangkat bangkai kapal tunda ASL Mega yang masih tertelungkup di kedalaman.

Bukan sekadar urusan logistik, pengangkatan ini adalah misi kemanusiaan terakhir untuk memastikan tidak ada lagi nyawa yang tertinggal di dalam sesaknya ruang mesin yang kini terisi air laut. Proses pengangkatan atau salvage ini bukanlah perkara mudah. Kapal tunda sekelas ASL Mega memiliki massa jenis yang padat dengan mesin-mesin berat di dalamnya.

Tim penyelam teknis harus berjibaku di bawah air, berhadapan dengan jarak pandang nol dan arus bawah laut yang tidak menentu, hanya untuk memasang sabuk baja (sling) pada titik-titik tumpu kapal.

Setiap gerakan harus presisi. Salah perhitungan sedikit saja, beban kapal bisa bergeser dan membahayakan keselamatan para penyelam yang bekerja di ruang sempit di bawah lambung kapal yang terbalik. Saat crane barge raksasa mulai menarik tuasnya, ketegangan memuncak di atas dek kapal penyelamat. Perlahan tapi pasti, bagian lunas (keel) kapal ASL Mega mulai memecah permukaan laut.

Semburan air keluar dari celah-celah jendela yang pecah saat kapal mulai terangkat ke posisi semula. Bau solar dan amis laut menyeruak, menandakan luka yang ditinggalkan oleh kecelakaan maut pada Jumat siang itu. “Kami harus melakukan pengangkatan dengan sangat hati-hati,” kata salah satu petugas di lokasi.

Begitu sebagian lambung kapal berhasil dievakuasi ke permukaan, tim SAR segera merangsek masuk. Dengan menggunakan senter dan alat pemotong besi, mereka menyisir setiap sudut kabin, ruang kemudi, hingga kamar mesin yang kini berlumpur.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan manifest awak kapal benar-benar tuntas. Pihak kepolisian dan otoritas pelabuhan berdiri siaga di tepian, menanti hasil dari penyisiran terakhir ini sebelum bangkai kapal benar-benar ditarik menuju galangan kapal untuk penyelidikan lebih lanjut.

Pengangkatan bangkai kapal ini juga menjadi kunci utama bagi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan otoritas terkait. Dengan naiknya ASL Mega ke daratan, para ahli dapat memeriksa kondisi kemudi, mesin, dan stabilitas kapal untuk menjawab pertanyaan besar: Mengapa kapal setangguh ini bisa terbalik saat mengawal Kyparissia?

Hingga matahari mulai condong ke barat, operasi ini masih terus berlanjut. Di kejauhan, Rumah Sakit Aini masih menunggu kepastian, sementara laut Batam perlahan kembali tenang, meski duka akibat tragedi ini belum akan hilang dalam waktu dekat.

Tanggung Jawab Penuh dari Balik Kemudi Manajemen

PT Pradana Samudra Lines, selaku perusahaan penyedia awak kapal (crew management), menegaskan posisi mereka. Di tengah simpang siur informasi, Manajer Agensi Moh. Fatur Akbar muncul dengan kepastian yang menenangkan: perusahaan tidak akan lepas tangan.

“Kami bertanggung jawab penuh. Mulai dari santunan, klaim asuransi, hingga seluruh biaya pemakaman—baik yang di dalam kota maupun luar kota—semuanya kami tanggung hingga tuntas,” tegas Fatur, Sabtu 7 Maret 2026.

Ia meluruskan bahwa meskipun insiden terjadi di area operasional PT ASL, para kru tersebut adalah bagian dari keluarga besar PT Pradana Samudra Lines yang bekerja secara profesional sesuai prosedur operasi standar (SOP).

Identitas para korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia kini telah terkonfirmasi. Adalah Abdul Rahman – Sang Kapten Kapal, Guntur Pardede – Menjabat sebagai Chief, Jhonson Bertuahman Damanik – Kepala Kamar Mesin (KKM) yang menjaga jantung kapal.

Sementara itu, doa dan harapan masih dipanjatkan untuk Yusuf Tankin, Second Engineer kapal, yang hingga kini statusnya masih dalam pencarian intensif oleh Tim SAR gabungan. Satu-satunya kru yang berhasil selamat dari maut adalah M. Habib Ansyari, yang kini menjadi saksi kunci detik-detik mencekam tersebut.

Berdasarkan kesaksian penyintas, tragedi ini bukanlah akibat kelalaian manusia, melainkan murni hantaman alam. Saat kejadian, sebagian kru sedang berada di luar untuk memperbaiki tali pengait pada kapal kontainer Kyparissia. Namun, arus laut yang sangat kuat tiba-tiba mendorong kapal hingga kehilangan keseimbangan dan terbalik dalam hitungan detik. “Arusnya sangat kuat, mereka kesulitan menyelamatkan diri meskipun sudah bekerja sesuai SOP,” timpal Fatur.

Editor: Aulia Ichsan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *