Asa Di Tengah Keruhnya Sumur Sagu di Lingga

poparts.id – Tiga bulan tanpa hujan, warga Dusun Dua Senempek, Desa Limbung, Kabupaten Lingga, Kepri kini dipaksa dengan kekeringan.

Bukan sekadar debit air yang menyusut, warga bahkan harus berjuang menembus hutan demi mendapatkan air keruh sisa limbah sagu untuk kebutuhan harian.

Ironisnya, akses air bersih pun kian terputus akibat infrastruktur pipa yang hangus terbakar beberapa waktu lalu.

Langkah kaki warga Dusun Dua Senempek, Desa Limbung, kini lebih jauh dari biasanya. Sejak Desember 2025 lalu, tanah Lingga Utara ini tak kunjung disiram hujan.

Di tengah rimbunnya kebun sagu, terdapat sebuah sumur tua. Inilah tumpuan terakhir warga. Meski airnya nampak keruh akibat terdampak limbah pengolahan sagu, warga tak punya pilihan. Air yang tak lagi bening ini tetap mereka manfaatkan, setidaknya untuk sekadar mandi dan mencuci.

Kondisi berbanding terbalik terjadi pada bak penampungan utama. Sumber air baku yang biasanya menghidupi ratusan kepala keluarga kini menyusut drastis. Pipa-pipa yang seharusnya mengalirkan air ke pemukiman pun kini mengering.

Ata, warga Dusun Dua Senempek mengatakan, sudah tiga bulan hujan tidak turun. “Warga hanya mengandalkan air sumur tersebut, walaupun sebenarnya kurang layak pakai,” kata Ata di sela-sela kegiatannya, Selasa, 10 Februari 2026.

Penderitaan warga tak berhenti di faktor alam. Sisa-sisa kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla beberapa waktu lalu menyisakan luka pada infrastruktur desa. Banyak pipa penyalur air menuju rumah warga yang hangus terbakar, membuat distribusi air mati total.

Kepala Dusun Dua Senempek, Firmansyah menambahkan, sulitnya air bersih karena debitnya mulai menyusut. Selain itu, banyak pipa yang terbakar akibat Karhutla beberapa waktu lalu di dekat sumber air, sehingga air tidak bisa mengalir ke rumah-rumah.

Warga berharap perhatian pemerintah untuk perbaikan infrastruktur pipa dan bantuan distribusi air bersih, sebelum dahaga di Senempek semakin mencekik.

Editor: Aulia Ichsan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *