poparts.id – Apa jadinya kalau main petak umpet tapi di tengah laut malam-malam, terus yang nyari adalah petugas TNI AL? Bukannya seru, malah berakhir di balik jeruji besi!
Sebuah kapal pompong di perairan Sanglar, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau mencoba peruntungan dengan mematikan lampu kapal biar nggak kelihatan petugas. Tapi ya namanya juga petugas kita, mata mereka kayak punya night vision! Barang selundupannya nggak main-main, dari sepatu bekas sampai ratusan ribu batang rokok.
Sabtu 28 Februari 2026 lalu, perairan Sanglar mendadak jadi panggung drama action. Sebuah kapal pompong yang lagi asyik berlayar dari Batam menuju Riau, tiba-tiba “menghilang” dari pandangan. Ternyata eh ternyata, nahkodanya sengaja matiin lampu kapal biar gelap-gelapan, harapannya sih biar nggak ketahuan radar petugas.
Tapi, Tim Quick Response Lanal TBK dan Satgas Mantera Sakti-26 nggak segampang itu dikibulin. Meski gelap gulita, pompong ini berhasil dikejar dan dikepung di koordinat 0°38′ Lintang Utara. Pas digeledah? Wah, isinya barang ilegal semua!
Ada 75 dus sepatu bekas yang siap dijual, 9 lembar karpet, sampai 211.460 batang rokok tanpa pita cukai alias rokok bodong. Niatnya mau ship-to-ship atau oper barang di tengah laut, tapi malah ship-to-Mako alias dibawa ke kantor polisi militer!
Menurut Danlanal Tanjung Balai Karimun, Letkol Laut (P) Samuel C. Noya bahwa tim berhasil mengamankan 1 nahkoda dan 2 ABK. “Dari pengakuan mereka, ini sudah aksi yang ketiga kalinya dengan rute yang sama,” kata Samuel, Senin 2 Maret 2026.
Tiga orang tersangka berinisial I, A, dan C sekarang cuma bisa gigit jari di Mako Lanal Tanjung Balai Karimun. Bayangkan saja, gara-gara aksi “gelap-gelapan” ini, negara hampir rugi lebih dari Rp 400 juta!
Kini, urusannya bakal panjang karena mereka akan dilimpahkan ke pihak Bea Cukai. Jadi pelajaran ya buat kita semua, kalau mau bisnis, mending yang terang-terangan aja jalurnya, jangan main gelap-gelapan di laut!
Editor: Aulia Ichsan
