poparts.id – Kabar sejuk datang dari dunia pers di Negeri Bunda Tanah Melayu. Mulai hari ini, Minggu 8 Maret 2026, para pemburu berita di Kepulauan Riau nggak perlu merasa sendirian lagi saat bertugas di lapangan. Kenapa? Karena Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Kepri resmi terbentuk!
Bertempat di Ruang VIP Volla Cafe yang asyik di Batam Kota, deklarasi ini menjadi tonggak sejarah baru. KKJ Kepri resmi menjadi komite ke-12 di Indonesia yang siap jadi “tameng” bagi para kuli tinta.
Pembentukan KKJ ini bukan kaleng-kaleng. Ini adalah hasil “kolaborasi epik” antara organisasi profesi, pengusaha media, hingga pejuang hukum. Bayangkan saja, ada AJI Batam & Tanjungpinang, PWI Kepri & Batam, PFI, hingga IJTI yang bersatu padu.
Tak ketinggalan, para bos media dari AMSI dan JMSI, plus tim hukum dari LsBH MK, juga ikut pasang badan. Semuanya punya satu misi: Jurnalis Aman, Berita Nyaman.
“KKJ ini adalah nilai positif. Selama ini, kekerasan di daerah kepulauan sering tak terdeteksi. Sekarang, kita proteksi bersama!” kata Nani Afrida, Ketua Umum AJI Indonesia.
Bukan Cuma Seremonial, Ada “Upskilling” Juga!
Sebelum resmi dideklarasikan, para jurnalis Kepri ini nggak cuma duduk manis. Selama dua hari (7–8 Maret), mereka “digembleng” dengan pelatihan Keamanan Holistik.
Diantaranya mempelajari cara tetap selamat di medan tempur lapangan. Biar akun nggak gampang kena hack atau serangan siber. Kemudian psikososial: karena kesehatan mental jurnalis itu mahal harganya!
Koordinator KKJ Kepri terpilih, Muhamad Ishlahuddin, menegaskan kalau komite ini bakal jadi baris terdepan kalau ada intimidasi atau pelarangan liputan. “Kita jadi tameng dan ruang kolaborasi,” ujarnya mantap.
Dukungan juga mengalir dari Yayasan Tifa. Arie Mega selaku Project Officer menyebutkan kalau langkah ini didukung penuh oleh Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk memastikan ekosistem demokrasi kita tetap sehat. Karena jujur saja, jurnalis yang aman adalah kunci informasi yang akurat buat kita semua.
Editor: Aulia Ichsan
