Timur Tengah “Mendidih”, Dompet Kita yang Ikut Gerah?

poparts.id – Siapa sangka, konflik yang terjadi ribuan kilometer di Timur Tengah bisa bikin “drama” sampai ke dapur kita? Kawasan yang selama ini jadi ‘pom bensin’ raksasa dunia itu lagi tegang lagi, nih. Dan seperti biasa, kalau mereka batuk, seluruh dunia bisa ikutan flu—termasuk Indonesia.

Para analis sudah mulai pasang mode waspada. Kalau distribusi minyak dari jagoan energi seperti Arab Saudi, Iran, dan Uni Emirat Arab terganggu, siap-siap saja harga minyak mentah dunia bakal “diet” pasokan tapi “gemuk” di harga.

Kenapa kita harus peduli? Karena Indonesia sekarang statusnya adalah net importir minyak. Artinya, kita lebih banyak beli daripada jual. Jadi, kalau harga dunia meroket, dompet APBN kita bisa ikutan “sesak napas” gara-gara subsidi BBM yang membengkak.

Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto, dalam sesi santai bareng media Selasa 3 Maret 2026, kasih bocoran soal risiko yang mungkin terjadi:

Biaya Hidup Naik: Dari harga tiket pesawat (avtur) sampai ongkos kirim paket (logistik), semuanya berisiko naik kelas. Efek ke konsumen: Ujung-ujungnya, pengusaha bisa “curhat” lewat kenaikan harga barang dan jasa. Halo, inflasi!

Investasi Ikut Galau: Investor biasanya bakal lari ke aset aman (safe haven), yang bikin nilai tukar rupiah kita harus kerja ekstra keras supaya nggak loyo. “Beban fiskal bisa naik signifikan kalau pemerintah harus terus ‘nambal’ harga BBM supaya tetap stabil di masyarakat,” ujar Pak Rony.

Eits, jangan panik dulu! Pemerintah nggak tinggal diam, kok. Ada beberapa jurus yang sudah disiapkan untuk meredam guncangan ini:

Cari Alternatif: Diversifikasi sumber energi (nggak cuma bergantung satu tempat). Jaga Cadangan: Optimalisasi cadangan devisa buat jaga-jaga. Gaspol Transisi Energi: Momentum ini justru jadi pengingat buat kita biar makin cepat pindah ke energi terbarukan yang lebih mandiri.

Kesimpulannya: Meski konflik itu jauh di sana, dampaknya nyata sampai ke meja makan. Saatnya kita lebih bijak mengatur energi dan tetap pantau perkembangan pasar!

Editor: Aulia Ichsan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *