poparts.id – Di balik dinding putih ruang perawatan yang senyap, detak jantung pasien bukan satu-satunya yang berpacu dengan waktu. Bagi Lina, salah satu keluarganya yang sedang berjuang melawan penyakit kronis atau kondisi darurat medis, setiap menit adalah pertaruhan.
Di tengah kepanikan tersebut, bayangan rumitnya birokrasi pengurusan paspor untuk rujukan ke luar negeri seringkali menjadi beban mental tambahan yang menyesakkan.
Namun, wajah kaku Lina, mulai mencair. Melalui inovasi Immicare, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam sudah mengubah cara mereka melayani: bukan lagi masyarakat yang mengejar layanan, melainkan layanan yang menjemput masyarakat.
Menurut Kepala Seksi Humas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Kharisma Rukmana, kalau layanan Immicare hadir sebagai jawaban atas jeritan kebutuhan warga Batam yang harus segera dirujuk ke rumah sakit di Singapura atau Malaysia.
Alih-alih memaksa pasien yang lemah untuk duduk mengantre di kantor imigrasi, petugas kini hadir langsung di samping tempat tidur pasien. “Kami ingin memastikan bahwa urusan administrasi tidak boleh menjadi penghalang bagi hak seseorang untuk mendapatkan kesembuhan,” kata Kharisma dihubungi, Minggu, 5 April 2026.
Langkah progresif ini diperkuat dengan penandatanganan kerja sama (PKS) antara Imigrasi Batam dengan tujuh rumah sakit besar di Batam, di antaranya: RS Awal Bros Group (Batam, Botania, dan Batu Aji), RS Badan Pengusahaan (BP) Batam, RS Santa Elisabeth (Batam Kota dan Lubuk Baja), RSUD Embung Fatimah.
Mekanismenya dirancang sesederhana mungkin. Keluarga pasien cukup mengajukan permohonan ke pihak rumah sakit. Selanjutnya, koordinasi cepat akan dilakukan dengan pihak Imigrasi. Tanpa menunggu lama, petugas akan datang melakukan pengambilan data biometrik dan wawancara di lokasi pasien dirawat.
Kemudahan Immicare tidak berhenti di atas kertas paspor saja. Saat evakuasi medis dilakukan, Imigrasi Batam memberikan dukungan penuh di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Pasien mendapatkan akses prioritas sehingga proses keberangkatan menuju negara tujuan berjalan tanpa hambatan.
Kerja sama ini juga melibatkan Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan. Melalui sistem informasi karantina kesehatan, pihak keluarga atau RS dapat mengajukan Layanan Izin Orang Sakit dan Laik Terbang. Hasilnya? Sebuah jalur evakuasi medik yang terintegrasi, didampingi tenaga medis profesional, memastikan pasien tetap stabil hingga sampai di rumah sakit tujuan.
Mengapa Immicare Penting?
Menghilangkan prosedur antrean reguler untuk kondisi darurat. Petugas mendatangi pasien yang tidak memungkinkan bergerak. Koordinasi antara Imigrasi, Rumah Sakit, dan Karantina Kesehatan dalam satu rantai pelayanan. Selain itu, memastikan dokumen resmi selesai bersamaan dengan kesiapan medis pasien untuk terbang.
Kini, bagi warga Batam Immicare membuktikan bahwa di antara tumpukan berkas dan stempel resmi, selalu ada ruang untuk kemanusiaan.
Editor: Aulia Ichsan
