poparts.id – Bukannya menikmati keindahan pemandangan dari puncak, dua pemuda bernama M. Rizki dan Dika justru harus merasakan petualangan mendebarkan di Gunung Jantan, Kabupaten Karimun, Kepri. Niat hati ingin menikmati suasana alam pada Kamis, 9 Juli 2026 sore, keduanya justru tersesat akibat kehilangan arah.
Drama ini dimulai pada pukul 21.00 WIB. Rizki dan Dika sempat mengirimkan sinyal bahaya melalui pesan singkat yang mengabarkan posisi mereka yang sudah off-track. Namun, bak jatuh tertimpa tangga, tak lama setelah itu, ponsel mereka mati total akibat kehabisan baterai.
Komunikasi terputus, dan suasana hutan malam itu pun berubah drastis menjadi mencekam.
Tak butuh waktu lama bagi Basarnas Tanjungpinang untuk merespons. Pukul 22.33 WIB, tim Rescue Pos SAR Tanjung Balai Karimun sudah tiba di lokasi dengan peralatan tempur lengkap.
Alih-alih menyisir hutan secara manual dengan senter di tengah kegelapan, tim SAR mengeluarkan senjata rahasia: Drone Thermal. Teknologi ini mampu mendeteksi suhu tubuh manusia meski di tengah hutan yang gelap gulita. Setelah briefing kilat, tim gabungan pun bergerak menembus malam.
Usaha memang tidak mengkhianati hasil. Hanya dalam hitungan kurang dari satu jam penyisiran, pada Jumat dini hari pukul 00.40 WIB, tim berhasil menemukan kedua pemuda tersebut.
Uniknya, Rizki dan Dika ditemukan dalam kondisi selamat hanya berjarak sekitar 50 meter dari Pos 1 pendakian.
Sepertinya, mereka hanya “sedikit terlalu jauh” dari jalur utama hingga akhirnya kehilangan arah. Keduanya langsung dievakuasi ke Posko SAR untuk segera dipertemukan kembali dengan keluarga yang sudah menunggu dengan cemas.
Menurut Eryk Subarianto, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kansar Tanjungpinang kalau ini adalah buah dari kerja keras dan sinergi luar biasa dari porsonel Polres Karimun, BPBD, Tagana, perangkat desa, hingga warga setempat yang sigap membantu.
Editor: Aulia Ichsan
