Panggung Kabil dan Pesan untuk Li Claudia

poparts.id – LANGKAH nya tegap namun santai menaiki panggung mini di pabrik Solder TIN Andalan Indonesia (STANIA) di kawasan Kabil, Batam. Mengenakan batik khas lengan panjang, kehadiran Aryo Djojohadikusumo menyedot perhatian ratusan pasang mata yang diundang dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Arsari Tambang dengan Asahi Solder, Singapura.

Senyum tersungging di bibirnya, menyapa seisi ruangan dengan isyarat tangan terbuka yang mencerminkan kepercayaan diri tinggi seorang representasi keluarga pengendali kekuasaan.

Begitu memegang mikrofon, pandangan mata Aryo menyapu seluruh sudut ruangan, mencermati barisan tamu undangan dan para kader Partai Gerindra Kepulauan Riau yang tampak hadir hampir tanpa cela. Dengan nada suara yang tenang namun tegas, figur eksekutif muda di lingkaran pusat itu membuka sambutannya dengan apresiasi.

Tangannya sempat terangkat menunjuk ke arah barisan kursi barisan depan, menyampaikan ucapan terima kasih khusus kepada seluruh jajaran pengurus dan kader partai berlambang kepala garuda tersebut.

“Kader Gerindra Kepri lengkap,” kata Aryo. “Nanti saya laporkan ke Bang Dasco dan Pak Prabowo,” timpalnya sambil melontarkan nama-nama besar di pusat seperti Sufmi Dasco Ahmad dan Presiden Prabowo Subianto sebagai poros koordinasi yang tak terpisahkan dari agenda Jumat, 11 September 2026 itu.

Namun, dinamika gestur dan intonasi suaranya berubah menjadi lebih bernuansa personal ketika ia menyadari satu kekosongan di deretan kursi penting: ketidakhadiran Li Claudia Chandra, Wakil Walikota Batam juga Wakil Kepala BP Batam. Senyum formalnya sedikit melunak. Kepala dan pandangannya langsung beralih mencari sosok Ariastuty, yang akrab disapa Tuty, pejabat BP Batam yang hadir mewakili sang tokoh kunci.

Dalam gestur bercanda namun sarat makna, keponakan Prabowo ini menitipkan pesan terbuka memecah suasana. Sambil tersenyum tipis, ia meminta Tuty untuk menyampaikan pesan khusus kepada Li Claudia agar “tidak terlalu galak,” dibumbui pengakuan lawak bahwa dirinya juga salah satu “penggemar” sang politisi lokal.

Namun dibalik tawa renyah para hadirin tentang sinyal halus yang baru saja dikirimkan dari pusat ke panggung politik Kepri itu kemudian penuh arti. Di ujung acara, Tuty menyebut ketidakhadiran Li Claudia lantaran tengah berada di Jakarta untuk merampungkan sejumlah agenda penting yang tidak bisa ditinggalkan.

Editor: Aulia Ichsan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *