Na Willa Siap Ajak Kita “Pindah” ke Surabaya Tahun 60-an

poparts.id – Siapkan popcorn dan tisu, buat jaga-jaga kalau terharu! Karena ada kabar gembira buat para pecinta film lokal!

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, baru saja hadir di konferensi pers filmNa Willa” di Epicentrum XXI, Jakarta, Selasa 10 Maret 2026. Film hasil garapan Visinema Studio ini bukan sekadar tontonan biasa, tapi semacam “mesin waktu” yang bakal membawa kita ke keseharian bocah 6 tahun di Surabaya dekade 1960-an.

Bukan cuma soal visualnya yang estetik, Na Willa punya “resep rahasia” yang bikin hati hangat diantaranya:

Sudut Pandang Bocah: Pernah kepikiran nggak gimana jujurnya dunia kalau dilihat dari mata anak-anak? Wamen Irene Umar bilang, “Lewat Na Willa, kita diajak melihat dunia lebih terbuka dan penuh imajinasi.”

Bhineka Tunggal Ika yang “Alami”: Na Willa tumbuh di keluarga multikultural (Mama dari NTT dan Papa keturunan Tionghoa). Di sini, keberagaman itu nggak ribet, tapi terasa natural dalam obrolan sehari-hari.

The Power of Storytelling: Dari segi ekonomi kreatif, Na Willa adalah bukti kalau cerita lokal itu aset mahal! Kedepannya, Na Willa bukan cuma film, tapi bisa jadi buku, merchandise, sampai games. Keren, kan?

“Perbedaan bukan sesuatu yang rumit, tapi sesuatu yang hidup secara alami dalam keluarga. Inilah potret Indonesia yang sesungguhnya,” kata Irene Umar, Wamen Ekraf.

Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 18 Maret 2026. Mengingat momennya pas banget menjelang libur Lebaran, Na Willa diprediksi bakal jadi pilihan utama buat keluarga yang ingin quality time sambil ngerasain kehangatan yang sederhana tapi ngena di hati.

Jadi, buat kamu yang rindu cerita yang jujur, hangat, dan “Indonesia banget”, jangan sampai kelewatan petualangan Na Willa ya!

Editor: Aulia Ichsan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *