Misteri Kematian Ibu dan Bayi di Batu Aji: Jejak Digital hingga Drama Penggerebekan RT

poparts.id – Penyelidikan polisi atas kematian tragis seorang perempuan berinisial JP (21) di kamar kos kawasan Citra Pendawa Asri, Buliang, Batu Aji, Batam mulai menyingkap tabir gelap di balik hubungan asmara korban. Fakta-fakta baru bermunculan, mulai dari riwayat asmara yang sempat memicu amarah warga hingga hasil pelacakan digital yang mengejutkan.

Hubungan JP dengan kekasihnya, FJ (21), diketahui sudah terjalin sejak Agustus 2025. Perjalanan cinta mereka sempat terjeda saat JP harus pulang ke kampung halamannya di Sumatera Utara pada Oktober lalu untuk merawat orang tuanya yang sakit keras. JP baru kembali ke Batam pada akhir Januari 2026 dan memilih tinggal di kos yang berbeda dengan FJ.

Namun, kehadiran FJ di kos korban seringkali melewati batas. Sekitar dua bulan lalu, keduanya sempat digerebek oleh perangkat RT setempat karena FJ kerap bertamu hingga larut malam dan mengganggu kenyamanan warga. Doni, selaku Ketua RT, bahkan sudah memberikan peringatan keras kepada pasangan ini agar menghormati aturan lingkungan.

Pasca penggerebekan itu, isu kehamilan JP mulai berhembus. Meski perutnya terlihat membesar layaknya orang hamil sebagaimana kesaksian tetangga kosnya, JP tetap bersikeras membantah. Ia selalu menolak saat diminta FJ untuk memeriksakan diri ke dokter atau melakukan USG dengan alasan yakin bahwa dirinya tidak hamil.

Hingga beberapa hari sebelum kejadian, tepatnya Sabtu 4 April lalu, JP mulai mengeluh sakit nyeri. Nahas, Senin malam, nyeri yang sangat luar biasa, sudah diubun-ubun kepala.

Malam itu tetangga korban sempat memberi obat diare dan Salonpas karena tidak memiliki antibiotik. Hingga korban menghubungi FJ untuk dibelikan obat tersebut. Saat itu FJ tak punya kuota internet di tempatnya bekerja. Sepulang lembur, sang pacar akhirnya menemukan JP tak bernyawa.

Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizki Subagyo, menegaskan bahwa pihaknya tidak mau gegabah dalam menentukan penyebab kematian. Selain menemukan bercak darah di jarik, kasur dan lantai, serta jasad bayi laki-laki yang terbungkus handuk biru di dalam lemari, polisi juga mendalami kemungkinan adanya praktik aborsi.

“Setelah memeriksa gawai milik kekasih korban, hasil jejak digital pada riwayat pencarian browser tidak menunjukkan adanya tanda-tanda yang mengarah pada upaya aborsi,” kata Bayu, Kamis, 9 April 2026.

Polisi juga memeriksa daftar kontak dan riwayat panggilan untuk memastikan apakah korban sempat berkomunikasi dengan pihak medis atau praktik dukun sebelum meninggal. Namun, sejauh ini tidak ditemukan bukti komunikasi yang mencurigakan.

Meski dugaan sementara mengarah pada persalinan mandiri yang berakhir fatal, polisi tetap menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara. Rekaman CCTV di sekitar lokasi juga sedang didalami untuk melihat aktivitas keluar-masuk di kamar korban sebelum ditemukan pada Selasa 7 April dini hari.

Sejauh ini, polisi belum menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh JP. Namun, keberadaan jasad bayi yang disembunyikan di rak bawah lemari pakaian tetap menjadi fokus utama dalam memastikan apakah ada unsur tindak pidana atau kelalaian dalam peristiwa yang menggegerkan warga Batu Aji ini.

Editor: Aulia Ichsan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *