Selat Malaka Ibarat Jalan Tol: Harus Berani Buka “Warung” Atau Minimal “Pom Bensin”

poparts.id – Siapa bilang urusan geopolitik cuma soal kerut dahi dan strategi perang yang kaku? Di tengah memanasnya situasi dunia, Komandan Bakamla RI Laksdya TNI Irvansyah justru melempar kode keras bahwa Kepri punya “harta karun” yang posisinya lebih strategis dari gerai kopi kekinian di pusat kota.

Ibarat sebuah jalan tol yang super sibuk, Selat Malaka adalah jalur utama yang dilewati ribuan kapal raksasa setiap harinya. Mengutip pesan hangat dari Menteri Purbaya beberapa waktu lalu, Komandan Bakamla RI, mengingatkan bahwa kita jangan cuma jadi penonton yang dadah-dadah di pinggir jalan.

“Kalau ada jalan tol, ya kita harus berani buka warung atau minimal pom bensin!” begitulah perumpamaan santainya Irvansyah, disela peresmian Markas Komando Zona Barat, Timur dan Tengah di Setokok, Batam, pada Kamis, 23 April 2026.

Maknanya? Kepulauan Riau, terutama Batam, punya potensi gila-gilaan untuk menyediakan jasa logistik, pengisian bahan bakar (bunkering), hingga servis kapal yang melintas. Daripada devisanya mampir ke negara tetangga terus, mending masuk ke kantong negeri sendiri, kan?

Melihat kondisi dunia yang lagi “panas-dingin” karena konflik di berbagai belahan bumi, jalur aman dan fasilitas lengkap di Selat Malaka jadi incaran para pelaut dunia.

Batam sebagai Hub: Posisinya yang nempel sama Singapura bikin Batam jadi lokasi paling pas buat “buka lapak” resmi.

Momen Emas: Saat jalur lain mungkin berisiko, Selat Malaka tetap jadi primadona. Ini saatnya kita kasih pelayanan bintang lima.

Tambah Cuan Negara: Semakin banyak kapal yang mampir buat “ngopi” atau isi bensin di wilayah kita, semakin tebal pula pendapatan negara (PNBP). Menurutnya nggak cuma jaga laut biar aman dari maling, tapi juga harus pintar dagang di teras rumah sendiri.

Editor: Aulia Ichsan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *