poparts.id – Awan hitam menggantung, seketika, mengguyur kawasan Batam Centre, Batam. Di saat pengendara lain memilih menepi untuk berteduh, seorang berseragam batik justru terlihat sibuk di pinggir jalan.
Adalah Yosef Parlindungan, pegawai Kantor Imigrasi Batam. Di tengah guyuran air, ia tetap teguh menyapa para pengemudi ojek online yang tampak kedinginan.
Tangannya dengan sigap menyodorkan nasi kotak kepada mereka yang melintas. Baginya, hujan bukanlah penghalang, melainkan momentum yang tepat untuk berbagi kehangatan.
Aksi “Jumat Berkah” yang dilakukan Yosef bukan sekadar seremoni. Langkahnya hadir di tengah tantangan ekonomi yang masih membayangi Batam.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Kota Batam pada tahun 2025 tercatat masih berada di angka ribuan jiwa. Meski Batam dikenal sebagai pusat industri dan perdagangan, ketimpangan akses ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah yang nyata.
Yosef sadar, satu atau dua kotak makanan tidak akan mengubah angka statistik inflasi secara drastis. Namun, baginya, kebaikan adalah bahan bakar sosial.
“Kondisi saat ini memang belum sepenuhnya stabil. Di lapangan, saya melihat langsung bagaimana perjuangan rekan-rekan pengemudi ojek online dan masyarakat kecil untuk sekadar menutup kebutuhan harian. Jika kita punya sedikit kelebihan, mengapa harus menunggu ekonomi pulih untuk sekadar berbagi?” kata Yosef sesekali menyeka wajahnya yang terkena tempias hujan.
Yosef menepis anggapan bahwa aksinya ini adalah bentuk pencitraan. Baginya, ini adalah pengingat bahwa di balik jabatan formal sebagai pegawai imigrasi, ada tanggung jawab moral sebagai sesama manusia yang hidup di tanah yang sama.
“Harapan saya sederhana: semoga ekonomi cepat pulih, sehingga roda kehidupan masyarakat kecil kembali berputar lebih kencang. Tetaplah berbuat baik, karena dalam situasi sesulit apa pun, berbagi adalah cara terbaik untuk tetap menjadi manusia,” tutupnya.
Salah satu penerima manfaat, Ahmad (42), seorang pengemudi ojek online yang sedari pagi belum mendapatkan penumpang, mengaku terkejut dengan kehadiran Yosef di tengah hujan deras.
“Jujur, hari ini sepi sekali. Tapi ada perasaan dihargai. Di tengah ekonomi yang sulit begini, bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi kami orang kecil,” imbuh Ahmad.
Editor: Aulia Ichsan
