Modus Jadul: Satu ‘Sutradara’, Empat ‘Pemeran Pembantu’

poparts.id – Niat hati ingin membantu saudara mudik rute Batam–Belawan, apa daya malah kena prank! Seorang warga di Batam harus gigit jari setelah uang Rp450 ribu melayang, tapi tiket kapal yang dijanjikan tak kunjung datang.

Untungnya, tim Ditreskrimum Polda Kepri bergerak secepat kilat dalam Operasi Ketupat Seligi 2026. Hasilnya? Lima orang yang diduga kuat sebagai pemain “drama” percaloan ini berhasil diringkus di kawasan Pelabuhan Batu Ampar, Senin 16 Maret 2026 lalu.

Meski sekarang serba digital, ternyata modus jadul “bisikan maut” calo di pelabuhan masih memakan korban. Memanfaatkan situasi pelabuhan yang padat dan rasa panik warga yang takut kehabisan tiket, para pelaku pun beraksi. “Korbannya ditawari tiket, sepakat harga, transfer uang, eh… pelakunya malah hilang kontak,” ungkap Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Nona Pricillia dalam keterangan persnya, Rabu, 18 Maret 2026.

Direktur Reskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Ronni Bonic, juga menjelaskan bahwa sindikat ini punya pembagian tugas yang rapi layaknya kru film:

Lelaki berinisial RS, 59 tahun yang jadi tersangka utama diduga sebagai otak operasional disebut-sebut sebagai orang dalam Pelni. Empat rekan lainnya: bertugas sebagai ‘pencari mangsa’, jago silat lidah saat berkomunikasi, hingga bagian ‘bendahara’ yang menerima transferan.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa unit ponsel dan sejumlah uang tunai. Kini, tersangka terancam denda hingga Rp10 juta jauh lebih mahal daripada harga tiket yang mereka tipu!

Pelni Batam: Si RS Bukan Anggota Kami, Ya!

Setelah heboh penangkapan sindikat calo tiket di Pelabuhan Bintan 99, Batu Ampar, pihak PT Pelni angkat bicara. Intinya: jangan sampai salah sangka. Kepala Cabang Pelni Batam, Edwwin Kurniansyah, menegaskan bahwa tersangka utama berinisial RS yang diciduk polisi itu murni pihak luar, alias bukan pegawai Pelni.

“Izin klarifikasi biar beritanya nggak makin liar. Si RS itu bukan pegawai kami,” ujar Edwwin dengan tegas, Rabu 18 Maret 2026. Memang sih, ada satu anggota Pelni yang dipanggil polisi, tapi statusnya cuma sebagai saksi untuk membantu pak polisi melengkapi berkas cerita. Jadi, jangan langsung dicap “orang dalam” bermain, ya!

Edwwin juga mengingatkan buat para pemudik yang nekat pakai jasa calo: risikonya zonk total! Pelni nggak bakal kasih ampun buat penumpang yang namanya di tiket beda sama yang di KTP. Kalau beda, petugas bakal langsung bilang “Maaf, Anda belum bisa berangkat” alias dilarang naik kapal.

Daripada uang Rp450 ribu melayang dan gagal mudik, mending beli tiket lewat jalur yang sudah disiapkan: Aplikasi Pelni Mobile. Website Resmi Pelni. Juga bisa di loket Resmi atau agen mitra yang terdaftar. Pelni juga nggak main-main. Kalau sampai ada pegawai yang ketahuan “main mata” sama calo atau ikut-ikutan bisnis tiket gelap, sanksi tegas sudah menanti. No tolerance!

Editor: Aulia Ichsan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *